Google
Tampilkan postingan dengan label The Best. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label The Best. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Desember 2009

Sepuluh Kiper Terbaik 2009

Di bawah ini adalah sejumlah nama kiper yang masuk dalam kategori terbaik versi GOAL.com Indonesia. Urutan kiper tidak didasarkan pada peringkat.

- Petr Cech (Chelsea/Republik Ceko)

Menjadi salah satu kiper terbaik di tahun 2009. Catatannya di level klub terbilang luar biasa.

Setelah musim 2008/09 tuntas, diketahui jika gawang Cech hanya jebol 24 gali di kompetisi domestik Liga Primer Inggris, yang menjadikan Chelsea sebagai tim yang paling sedikit kebobolan di musim lalu. Sementara hingga pekan ke-15 musim ini, Chelsea juga menjadi tim yang gawangnya paling sedikit kebobolan, yaitu sepuluh gol.





- Edwin Van Der Sar (Manchester United)

Akhir tahun 2008 hingga awal tahun 2009, kiper veteran Belanda itu tampil luar biasa di bawah mistar gawang Manchester United. Dia bahkan mengukir rekor tak kebobolan paling lama, yakni 1,302 menit, di mana rekornya itu berakhir pada 4 Maret.

Tak pelak, torehannya itu membuat Van Der Sar mendapat penghargaan kiper terbaik Eropa tahun ini oleh UEFA. Penghargaan tersebut menjadi penghargaan kedua yang diterima sepanjang karirnya.

Tak salah jika kemudian United merasa mengalami kehilangan besar di awal musim ini, ketika Van Der Sar harus beristirahat karena cedera. United juga sudah menyiapkan banyak rencana cadangan jika sekiranya kiper asal Belanda itu memutuskan pensiun di akhir musim nanti.

Secara statistik, musim lalu, United hanya kebobolan 24 kali di kompetisi domestik. Sementara di musim ini, di mana Van Der Sar berbagi peran dengan Ben Foster dan Tomasz Kuczczak, gawang United sudah kebobolan 13 kali.





- Rene Adler (Bayer Leverkusen/Jerman)

Menjadi salah satu kiper terbaik yang dimiliki Jerman saat ini, dan Bayer Leverkusen sangat beruntung memilikinya. Sukses Leverkusen berada di puncak klasemen Bundesliga Jerman juga merupakan kontribusi dari Adler.

Dalam catatan statistik, Adler kecolongan 49 gol musim lalu. Tapi, dia bisa jauh lebih baik hingga pertengahan musim ini, di mana hingga pekan ke-15, gawangnya baru kebobolan sembilan kali.





- Manuel Neuer (Schalke 04/Jerman)

Kiper ini disebut-sebut bakal menjadi pengganti Van Der Sar di skuad Manchester United musim depan. Alex Ferguson kabarnya sangat tertarik untuk memboyongnya dari Gelsenkirchen.

Berdasarkan isu itu sendiri saja sudah bisa disimpulkan jika kualitas Neuer bukan kelas teri, mengingat Ferguson adalah pelatih yang memiliki trek rekor hanya akan membeli pemain yang berkualitas di atas rata-rata.

Secara statistik, Neuer menjadi penjaga gawang dengan rekor kebobolan paling sedikit di Bundesliga Jerman musim lalu, yakni hanya 35 gol. Sementara tahun ini, sudah 13 bola bersarang ke gawangnya.





- Julio Cesar (Inter/Brasil)

Kiper ini menjadi jaminan mutu bagi Inter dan timnas Brasil dalam urusan mengawal gawang mereka. Penampilannya sejauh ini juga tak mengecewakan. Dia terkenal memiliki reaksi yang cepat dan tangkas, meski dalam sejumlah pertandingan terakhir bersama Inter performanya menurun.

Julio Cesar juga menjadi salah satu kunci sukses Inter mempertahankan gelar juara Serie A Italia musim lalu. Saat itu, gawang Julio Cesar hanya kebobolan 32 kali. Tahun ini, baru 13 bola yang masuk ke gawangnya hingga laga ke-15.





- Gianluigi Buffon (Juventus/Italia)

Meski pun usianya sudah tak muda lagi, kemampuan Buffon masih bisa diandalkan. Namun kiper ini punya kelemahan, jika pemain belakang yang ada di depannya tampil buruk, maka dia juga ikut buruk, dan hal itulah yang terkadi dalam beberapa laga terakhir bersama Juventus.

Sampai giornata ke-15, Juventus sudah kebobolan 15 kali, yang artinya satu gol di setiap pertandingan. Sementara musim lalu, gawangnya kebobolan 37 kali di kancah Serie A.





- Cedric Carrasso (Girondins Bordeaux/Prancis)

Di Prancis, semua orang banyak yang memuji penampilan kiper Cedric Carrasso, dan kiper yang musim lalu membela Toulouse itu memang pantas mendapatkannya.

Bersama Toulouse, dia menjadi penjaga gawang terbaik Ligue 1 Prancis musim lalu, setelah gawangnya hanya kebobolan 27 kali. Tahun ini, dia hijrah ke Bordeaux untuk meneruskan catatan apiknya. Sampai pekan ke-15, gawangnya baru kebobolan sepuluh kali.

Karena prestasinya itu juga dia kini dipercaya sebagai penjaga gawang timnas Prancis di bawah Raymond Domenech, walau belum sekali pun tampil.

- Victor Valdes (Barcelona)

Membicarakan sukses Barcelona musim lalu tak bisa dilepaskan dari aksi heroik Valdes di bawah mistar gawang Barcelona.

Catatannya bersama Barcelona di tahun 2009 juga terbilang luar biasa. Musim lalu, dia hanya kecolongan 35 bola dan musim ini, bola hanya sembilan kali masuk ke gawangnya.

Valdes juga menjadi kiper yang gawangnya paling minim kebobolan dalam beberapa musim terakhir.





- Andreas Palop (Sevilla)


Kiper veteran Spanyol ini masih memiliki kemampuan yang di atas rata-rata. Dia juga menjadi bayang-bayang Iker Casillas di timnas Spanyol karena kemampuannya itu.

Musim lalu, gawang Palop hanya kebobolan 39 kali, yang membuat Sevilla menjadi tim yang paling sedikit kebobolan di nomor dua. Barcelona menjadi yang pertama. Di tahun ini, Palop baru kebobolan 11 kali.





- Iker Casillas (Real Madrid/Spanyol)

Musim lalu bukan menjadi musim yang membahagiakan bagi Casillas. Bayangkan saja, di pertengahan tahun, dia mengetahui gawangnya telah kebobolan 52 kali. Itu hanya catatan di kompetisi domestik La Liga Spanyol, tidak secara keseluruhan.

Namun nama besar Casillas sedikit terbantu dengan kemampuannya di level timnas Spanyol. Dia tetap menjadi salah satu kiper terbaik Eropa saat ini.

Tahun ini, Casillas juga memulai lagi lembaran baru, dan sejauh ini cukup baik. Gawangnya hanya kebobolan 11 kali di kompetisi domestik.





Sumber : Goal.com

Read more...

Sepuluh Gelandang Terbaik 2009


Siapa saja pemain terkemuka yang menjadi mesin bagi masing-masing tim sepanjang tahun ini? Siapa pula mereka yang sukses menjadi penghubung antarlini? GOAL.com Indonesia menyusun sebuah daftar yang tidak berdasarkan pemeringkatan berikut ini.



Xavi Hernandez (Barcelona / Spanyol)
Nafas permain Barcelona sehingga meraih kejayaan triplete musim 2008/09. Bayangkan jika Barcelona tanpa Xavi, aliran bola akan macet. Lionel Messi dan Samuel Eto'o, kini Zlatan Ibrahimovic, takkan pernah bisa mencetak gol-gol menentukan. Jika tetap bebas dari cedera dan berbekal konsistensi permainan, kejayaan di Piala Dunia tahun depan menanti Xavi.



Andres Iniesta (Barcelona / Spanyol)





Fans Barcelona akan selalu mengenang apa yang terjadi di Stamford Bridge, akhir April 2009. Kesulitan menembus pertahanan Chelsea, lewat satu kesempatan di menit tambahan waktu, Iniesta melesakkan bola untuk menciptakan gol yang memberikan Barca tiket ke final Liga Champions. Kembalinya Iniesta dari cedera pada awal tahun membangkitkan semangat baru bagi Barcelona.



Yoann Gourcuff (Girondins Bordeaux / Prancis)





Gourcuff memberikan contoh pasti, dibuang klub besar bukan berarti karir harus berhenti. Tak terpakai di AC Milan, Gourcuff menjelma penggerak utama Bordeaux saat berjaya di Ligue 1 Prancis musim 2008/09. Setelah memastikan diri bertahan bersama Les Girondins musim ini, kemampuan Gourcuff akan lebih banyak tereksplorasi. Babak penyisihan Liga Champions musim ini sudah menjadi contoh.



Lassana Diarra (Real Madrid / Prancis)





Setiap tim butuh seseorang untuk melakukan "tugas kotor". Merebut bola dari penguasaan lawan sekaligus menjadi pemasok rekannya yang berfungsi sebagai pengatur serangan. Lass tidak banyak disebut sepanjang tahun ini, padahal kerja kerasnya di lini tengah Madrid tidak boleh diabaikan. Pantang menyerah, bertenaga kuda, dan tak kenal kompromi meneguhkan kesan Lass sebagai "Claude Makelele baru".



Mesut Oezil (Werder Bremen / Jerman)





Pemain muda yang akhirnya tampil mencuat bersama Werder tahun ini. Oezil merupakan alasan yang membuat Werder tak keberatan melepas Diego Ribas ke Juventus. Oezil mampu menggantikan peranan sebagai pengatur serangan tim. Penampilan cemerlangnya sudah menggelitik Joachim Loew untuk menyertakannya ke dalam skuad timnas Jerman. Oezil punya banyak waktu untuk terbang lebih tinggi.



Zvjezdan Misimovic (Vfl Wolfsburg / Bosnia-Herzegovina)





Hampir setengah dari gol Wolfsburg di Bundesliga Jerman musim 2008/09 merupakan buah inspirasi Misimovic. Setelah beberapa musim bertualang di Jerman, akhirnya Mismiovic menemukan bentuk permainan terbaiknya. Tak terbantahkan, Misimovic adalah dirigen permainan menyerang yang diperagakan Wolfie.



Ryan Giggs (Manchester United / Wales)





Makin tua makin jadi. Kehilangan kecepatan tak membuat Sir Alex Ferguson kekurangan akal. Giggs digeser ke tengah sehingga visi tajamnya sangat bermanfaat dalam memasok umpan-umpan ke lini depan Manchester United. Penampilan Giggs membuat United tak lagi terlalu merasakan kehilangan Cristiano Ronaldo.



Marek Hamsik (Napoli / Slovakia)





Gosip kepindahan Hamsik dari Napoli tak kunjung reda hingga akhir tahun ini, bahkan hingga musim panas tahun depan. Perhatian dari klub-klub besar tentu bukan tanpa alasan. Kendali permainan Napoli disetir oleh gelandang internasional Slovakia ini. Mungkin Hamsik memang butuh klub lebih besar dari Napoli untuk meraih kejayaan sebagai pemain.



Yaya Toure (Barcelona / Pantai Gading)





Tidak hanya menjadi jangkar formasi Barcelona, Yaya juga selalu mampu memberikan bukti setiap kali dibutuhkan. Tak protes ditempatkan untuk membantu lini belakang ketika Barca mengalami krisis bek, keteladanan Yaya patut dipuji. Ingat, Yaya bermain sebagai bek tengah pada final Liga Champions 2008/09 lalu! Peran yang dimainkannya tanpa cela. Jika rencana kepindahan Yaya dari Camp Nou terwujud, Barca akan merugi.



Demy de Zeeuw (AZ Alkmaar/Ajax Amsterdam)





Karakter pejuang seperti De Zeeuw pantas disyukuri persepakbolaan Belanda. Sudah tampil mengemuka dan dipanggil Marcoa van Basten untuk memperkuat timnas Belanda di Piala Eropa 2008, penampilan De Zeeuw malah menurun. Louis van Gaal malah menyuruhnya bermain di tim cadangan. Pantang menyerah, De Zeeuw memperbaiki penampilan. Sukses kembali meraih posisi di tim inti di AZ, De Zeeuw lantas pindah untuk menggerakkan mesin permainan Ajax.


Sumber : Goal.com

Read more...

Followers

profil vidha

Banjarnegara , I am a person who wants to be useful for others , always thanxz to God for what is given , and always to positive thinking about what happened. , ways of thinking determine the behavior .. , e-mail: arnanda.vidha@yahoo.com

  ©Template by Dicas Blogger.